Rabu, 17 November 2010

1. Terdapat pelajaran bahwa seseorang yang memberikan pendidikan hendaknya memiliki kasih sayang terhadap orang yang dididiknya, orang yang dia tangani urusannya. Hal ini kita ambil dari doa ibu Juraij yang hanya mendoakan agar anaknya tersebut melihat kepada wajah wanita pelacur dan tidak sampai jatuh terhadap perzinaan, pembunuhan, dll. Termasuk juga apabila memberikan hukuman kepada anak didik kita dengan hukuman yang dapat memberikan manfaat terhadap kita dan anak tersebut, misalkan menghukumnya dengan menyuruhnya untuk membersihkan halaman, menghafal surat, tidak dengan menyuruhnya berdiri dengan satu kaki di pojok kamar, dll.
2. Apabila terdapat dua hal yang saling bertentangan maka dikedepankan yang lebih penting. Pada kisah Juraij ini terdapat dua hal yaitu antara mengerjakan sholat sunnah dan menyambut seruan ibunya. Misalkan juga apabila kita memasuki masjid dan menemukan imam sudah takbiratul ikhram, maka seharusnya dia langsung mengikuti imam dan tidak mengerjakan sholat sunnah. Maka sangat keliru apabila seseorang sangat bersemangat dalam perkara yang sunnah tapi tidak bersemangat dalam hal-hal yang wajib, semuanya memiliki skala prioritas.
3. Hendaknya seseorang mengingat dosa ketika datang musibah dari Allah. Seperti Juraij disini, ketika dia tertimpa musibah maka dia ingat dosanya tidak menyambut seruan ibunya. Sebab tidak ada satupun musibah yang menimpa seseorang kecuali disebabkan oleh tingkah lakunya sendiri. Misalkan seseorang sulit untuk menghafal pelajaran, malas beribadah, dll. Maka lihatlah dosa apa yang telah dia lakukan. Firman Allah, “Dan apa yang menimpa kalian dari musibah maka hal tersebut disebabkan perbuatan kalian, dan Allah banyak memaafkan kesalahan kalian”. Firman Allah, “Telah nampak kerusakan di daratan dan di lautan, disebabkan oleh perbuatan manusia, agar Allah merasakan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat, agar mereka mau kembali”
4. Bahwa kita menghadapi permasalahan dengan memohon pertolongan kepada Allah. Dalam cerita Juraij disebutkan bahwa sebelum Juraij menghadapi anak tersebut Juraij berwudhu dan mengerjakan sholat terlebih dahulu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar